Ridwan Kamil Ajukan Diri Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Ajukan Diri Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Forkopimda Jabar saat konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin 3 Agustus 2020. (Foto: Humas Pemprov Jabar)

Terkini. id, Malang – Proses uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac fase ketiga ini akan berjalan selama enam bulan atau hingga akhir 2020. Jika berjalan lancar, rencananya vaksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi massal di awal 2021. Dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar, Ridwan Kamil mengajukan diri menjadi relawan uji vaksin Covid-19 dari Sinovac, China.

Gubernur Jawa Barat ini, menambahkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar juga siap jadi relawan uji vaksin pada manusia itu. Emil, sapaan Ridwan, mengatakan para pimpinan di Jabar sedang merumuskan hal tersebut.?

“Jika tidak ada halangan dari unsur kesehatan pribadi, maka saya dan Forkopimda akan menjadi relawan untuk pengetesan vaksin,” kata Emil dalam konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin, 3 Juli 2020.

Dikutip dari CNN Indonesia, inisiatif pimpinan di Jabar ini akan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan menambah keyakinan bahwa uji vaksin yang dilakukan oleh BUMN PT Bio Farma akan berjalan dengan lancar.

“Kalau pimpinannya juga melakukan, Insya Allah rakyatnya juga akan meyakini proses (uji klinis) vaksin ini berjalan dengan lancar,” ucap Gubernur yang kerap disapa Kang Emil.

Dia melaporkan, hingga kini pendaftaran relawan vaksin sudah mencapai 500 orang dari total 1.600 orang yang dibutuhkan. Untuk itu, Emil terus mengajak warga di usia 20 tahun hingga 59 tahun untuk turut serta menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19.

Sambil menunggu tahapan uji klinis tersebut, Emil meminta masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun demi memutus rantai penularan Covid-19.

“Perjalanan masih panjang karena pengetesan vaksin ini akan berlangsung sampai akhir tahun. Sambil menunggu enam bulan itu tiba, maka pengetesan dan kedisiplinan memakai masker adalah cara untuk mengurangi persebaran,” katanya.

Untuk memberikan efek jera bagi masyarakat Jabar, terkait penerapan sanksi bagi warga Jabar yang tidak menggunakan masker di ruang publik, denda akan mulai diberlakukan minggu ini. Emil mengatakan bahwa sebelum denda diterapkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan membagikan masker.

“Maka minggu ini pendendaan sudah akan dimulai dan akan dilakukan oleh Satpol PP dibantu Kepolisian dan TNI,” kata Ridwan Kamil.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Youtuber Prank Daging Qurban Sampah Akhirnya ditangkap

Kuliah di Malang, DLH Minta Harus Bawa Oksigen

Tanggapan TikTok atas Trump Haramkan TikTok di A.S

Ini alasan Donald Trump Akan Blokir TikTok di A.S

TikTok Dikabarkan Akan Dibeli Microsoft. Benarkah?

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar